Kamis, 18 November 2010

SEKELEBAT CSR

CSR (Corporate Social Responsibility) atau Tanggung jawab Sosial Perusahaan adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. Tetapi ada pula yang mengartikan CSR sebagai sebuah program yang mengimplementasikan tanggung jawab sosial sebuah perusahaan kepada masyarakat luas. CSR juga sebagai pembangunan berkelanjutan karena suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan tetapi juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang kedepannya.

Perusahaan dalam hubungannya dengan masyarakat sekarang ini yang paling menjadi perhatian adalah peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah etika. Perusakan lingkungan, perlakuan tidak layak bagi karyawan, dan cacat produksi yang mengakibatkan ketidak nyamanan ataupun bahaya bagi konsumen adalah masalah yang sering timbul sehingga disanalah kebijakan CSR diperlukan dalam membuat keputusan.

Bentuk - bentuk dalam CSR yang dilakukan perusahaan antara lain :
• Sumbangan sosial
• Pembangunan proyek untuk keperluan sosial
• Beasiswa
• Pendirian yayasan sosial
• Sukarelawan
• Kegiatan amal, dan lain – lain.

Untuk membuktikan suatu perusahaan adalah perusahaan yang bagus maka perusahaan harus dapat membuat laporan atas dilaksanakannya standar CSR dalam hal :
• Akuntabilitas berstandar AA1000
• Menggunakan standar acuan berkelanjutan Global Reporting Initiative
• Standar Acuan pemantauan Verite
• Laporan berdasarkan standar akuntabilitas sosial internasional SA8000
• Standar manajemen lingkungan berdasarkan ISO 14000

Dalam CSR juga terdapat alasan yang berkaitan dan berhubungan dengan bisnis pada suatu perusahaan yang antara lain :
• Sumber Daya Manusia
Program CSR dapat berwujud penarikan tenaga kerja dan memperjakan masyarakat sekitar yang kemungkinan akan meningkatnya pertanyaan mengenai kebijakan CSR yang digunakan suatu perusahaan.
• Manajemen Resiko
Adalah salah satu hal paling penting dari strategi perusahaan karena dengan adanya suatu kesalahan fatal seperti korupsi ataupun perusakan lingkungan hidup sekitar perusahaan akan menghancurkan reputasi perusahaan yang telah dibangun sekian lama dan untuk itulah komponen kebijakan CSR dibentuk.
• Membedakan Merek
Pada persaingan pasar yang sangat padat saat ini perusahaan berupaya keras untuk membuat suatu cara penjualan yang unik sehingga dapat membedakan produknya dari para pesaingnya di benak konsumen dan dalam hal ini CSR dapat berperan untuk menciptakan loyalitas konsumen atas dasar nilai khusus dari etika perusahaan yang juga merupakan nilai yang dianut masyarakat.
• Izin Usaha
Perusahaan berusaha keras untuk menghindari masalah yang berhubungan dengan Pajak dan peraturannya.
• Motif perselisihan Bisnis
Kritik mengenai CSR akan menyebabkan suatu alasan dimana akhirnya bisnis perusahaan dipersalahkan.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan

http://prayudi.wordpress.com/2007/05/21/csr/

Rabu, 17 November 2010

Etika Bisnis PT. Coca-Cola Bottling Indonesia

Perusahaan Coca-Cola Indonesia berkomitmen bahwa perusahaan dibangun atas dasar tujuan dan nilai-nilai Perusahaan. Visi dari Perusahaan adalah “Menjadi perusahaan produsen minuman terbaik di Asia Tenggara” sedangkan Misi Perusahaan adalah “Memberikan kesegaran kepada pelanggan dan konsumen kita dengan rasa bangga dan semangat sepanjang hari, setiap hari.”

Selain bertumpu pada dasar kejujuran dan integritas, perusahaan juga mempunyai nilai-nilai inti yaitu :
• Sumber daya manusia: Mengembangkan Sumber Daya Manusia, menghargai prestasi serta menikmati apa yang kita lakukan.
• Pelanggan : Menang untuk pelanggan dan untuk diri sendiri.
• Semangat : Semangat untuk bertindak, bertanggung jawab dan sukses.
• Inovasi : Selalu mencari cara yang lebih baik.
• Keunggulan: Senantiasa melakukan pekerjaan yang terbaik.
• Warga negara yang baik : Melakukan hal yang benar dari Perusahaan, masyarakat dan sesama.

Perusahaan diharuskan untuk memelihara nilai-nilai perusahaan dengan selalu mempertahankan standar dalam berperilaku. Etika Bisnis ini dimaksudkan sebagai pedoman tentang cara perusahaan berperilaku pada saat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan Perusahaan sendiri tapi Etika Bisnis ini tidak dimaksudkan untuk mencakup setiap keadaan/kondisi. Perusahaan mempunyai kebijakan kebijakan tertentu untuk bidang-bidang lainnya antara lain lingkungan hidup, perdagangan saham, dan OH&S. Tetapi tentu saja sebelumnya harus mengetahui dan membaca semua kebijakan tersebut.

Etika Bisnis yang digunakan pada perusahaan Coca-Cola ini :
• Menghargai rekan kerja dan pihak yang memiliki kepentingan atas Perusahaan
• Melaporkan kecurangan, perilaku yang tidak jujur atau perilaku yang tidak pada tempatnya
• Pertentangan kepentingan atau tugas
• Sebaiknya tidak menerima hadiah jika itu berpengaruh terhadap keputusan perusahaan
• Tidak diperkenankan menggunakan asset perusahaan untuk memperoleh keuntungan pribadi
• Boleh melakukan pekerjaan lain selain di perusahaan tetapi tidak berkaitan dengan perusahaan
• Menjaga rahasia informasi perusahaan
• Tidak memberikan tanggapan di muka umum mengenai perusahaan kecuali telah mendapat persetujuan perusahaan
• Tidak ada catatan dan laporan pembukuan yang salah
• Memahami Undang – Undang dan peraturan perusahaan
• Punya tanggung jawab
• Dapat bekerja sama dengan pemegang saham
• Ramah terhadap pelanggan
• Pelanggar Etika Bisnis akan ditindak tegas

Referensi :
http://www.coca-colabottling.co.id/data/cobc/COBC-INA.pdf
http://www.governance-indonesia.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=85

Sabtu, 16 Oktober 2010

Etika bisnis dalam hidup

Dalam etika bisnis harus mengetahui cara yang baik dan benar agar bisa bekerja dengan baik. Etika sendiri adalah ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral
Masyarakat. Tentu saja dalam hal ini perlu pendekatan dan pengetahuan mengenai etika, perilaku, tingkah laku yang sangat berpengaruh dalam perkembangan etika. Pendekatan ilmu ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan,
institusi, dan perilaku bisnis.

Dalam bisnis dibutuhkan juga etika yang etis yang berarti juga manusia itu harus hidup dengan berlaku etis, yaitu karena :
1. Tuhan melalui agama/kepercayaan yang dianut, diharapkan setiap pebisnis akan dibimbing oleh iman kepercayaannya, dan menjadi tugas agama mengajak para pemeluknya untuk tetap berpegang pada motivasi moral.
2. Kontrak Sosial, umat manusia seolah-olah pernah mengadakan kontrak yang mewajibkan setiap anggotanya untuk berpegang pada norma-norma moral, dan kontrak ini mengikat kita sebagai manusia, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa melepaskan diri daripadanya.
3. Keutamaan, Menurut Plato dan Aristoteles, manusia harus melakukan yang baik, justru karena hal itu baik. Yang baik mempunyai nilai intrinsik, artinya, yang baik adalah baik karena dirinya sendiri. Keutamaan sebagai disposisi tetap untuk melakukan yang baik, adalah penyempurnaan tertinggi dari kodrat manusia. Manusia yang berlaku etis adalah baik begitu saja, baik secara menyeluruh, bukan menurut aspek tertentu saja.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, maka diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Selain itu para karyawan juga memiliki andil besar dalam menciptakan perusahaan yang desegani. Karyawan yang memiliki etika yang etis akan menjadi daya tarik tersendiri agar memajukan prestasi perusahaan.

Selain itu etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang sekalipun, karena :
• Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
• Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
• Melindungi prinsip kebebasan berniaga
• Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
• Mampu bekerja professional.
• Dapat bertoleransi sesama pebisnis.

Jadi untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :
• Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik.
• Memperkuat sistem pengawasan.
• Menyelenggarakan pelatihan untuk karyawan secara terus menerus.

Ref :
http://fe.usu.ac.id/files/Etika%20bisnis%20manajemen-ritha8.pdf

http://www.scribd.com/doc/18575776/ETIKA-BISNIS

http://www.anneahira.com/artikel-umum/etika-bisnis.htm

http://entrepreneur.gunadarma.ac.id/e-learning/attachments/040_etika%20bisnis%20dan%20kewirausahaan.pdf